Saat ini homeschooling atau sekolah rumah sedang popular di Indonesia. Bagi sebagian orang konsep homeschooling menjadi angin segar atas ketidaknyamanan terhadap banyak hal yang terjadi di dunia pendidikan di belahan dunia manapun. Salut terhadap Orang tua yang memutuskan untuk melakukan homeschooling, karena berarti orang tua “mau” mengambil tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya
Tetapi ada pertanyaan yang cukup mengusik pikiran “Apakah para orang tua paham hal tersebut? “ Apakah para pelaku homeschooling terutama di Indonesia sudah memahami bahwa homeschooling adalah sebuah pendidikan alternatif yang seharusnya menawarkan cara yang lebih baik dari sekolah konvensional untuk individu tertentu yang memang tidak cocok dengan system klasikal atau tidak cocok dengan metoda belajarnya. Karena banyak orang tua yang menganggap homeschooling adalah jalan keluar dari permasalahan anaknya, tetapi tidak memahami atau konsisten terhadap tanggung jawab yang harus di pikul. Harus diakui kadang-kadang biaya yang dikeluarkan untuk melakukan homeschooling lebih mahal dibandingkan dengan bersekolah, ini karena sifat pembelajarannya yang lebih bersifat individual. Sehingga banyak sekali bermunculan komunitas-komunitas sekolah rumah menawarkan metoda dan ciri khasnya masing-masing dengan harga yang fantastis, cukup menguras isi kantong untuk pembelajarannya yang singkat.
Tetapi yang menjadi permasalahan disini bukan masalah harga semata, tetapi lebih kepada , Sudah siapkah anak dan orang tua melakukan homeschooling ? Sehingga komitmen atau semangat untuk melakukan homeschooling tidak hanya sebatas memasukan anak ke komunitas X, dan merasa sudah berhomeschooling. Justru yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana orang tua dan anak menyiasati waktu selain di luar waktu komunitas sehingga waktu tersebut menjadi berkualitas dan bermanfaat untuk anak yang bersangkutan.
Sedangkan masalah harga yang tinggi dalam melakukan homeschooling itu bersifat relative tidak sama untuk setiap individu. Tetapi ada cara menyiasatinya, yaitu dengan kreatifitas. Ya, kreatifitas orang tua lah yang berpengaruh terhadap biaya yang harus dikeluarkan , terutama untuk masa-masa pendidikan dasar. Untuk menekan biaya orangtua dituntut untuk ‘banyak belajar’ bersama dengan anak mempelajari materi dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Karena pada hakikatnya anak adalah tanggung jawab orangtua. Sudah siapkah anda dengan tanggung jawab tersebut? Pilihannya ada di tangan anda.
0 comments:
Post a Comment